Menjadikan Kegagalan Sebagai Pemantul Kesuksesan

Salah satu penghalang terbesar menuju sukses adalah ketakutan akan kegagalan. Rasa takut gagal lebih buruk daripada kegagalan itu sendiri karena hal itu berarti telah memvonis anda dalam kehidupan  kedepan dengan mengecilkan potensi dari diri anda yang tidak bisa terwujud.

Respons kesuksesan terhadap kegagalan ada dalam keyakinan anda. Meskipun tergoda untuk mencoba dan menghindari kegagalan, orang yang melakukan ini jauh lebih sering gagal daripada mereka yang secara optimis berfokus pada tujuan mereka.

Tokoh – tokoh yang membuat sejarah, inovator sejati – mengambil langkah lebih jauh dan melihat kegagalan hanya sebagai batu loncatan menuju kesuksesan. Thomas Alfa Edison adalah contoh yang bagus. Dia membutuhkan 1.000 kali percobaan untuk mengembangkan bola lampu yang benar-benar berfungsi. Ketika seseorang bertanya kepadanya bagaimana rasanya gagal 1.000 kali, dia berkata, “Saya tidak gagal 1.000 kali. Bola lampu adalah penemuan dengan 1.000 langkah. “Sikap itulah yang membedakan sukses dari kegagalan.

Jadi, apa yang membedakan orang yang membiarkan kegagalan menggagalkannya, dari orang yang memanfaatkan kegagalan untuk kebaikan mereka?  Di beberapa kondisi hal ini tergantung pada apa yang anda lakukan, dan sisanya tergantung pada apa yang anda pikirkan.

Tindakan yang anda ambil saat menghadapi kegagalan sangat penting bagi kemampuan anda untuk bangkit, dan hal itu memiliki implikasi besar terhadap cara orang lain memandang anda dan kesalahan anda.

Ada 8 tindakan yang harus anda ambil ketika anda gagal yang akan memungkinkan anda untuk sukses di masa depan dan memungkinkan orang lain untuk melihat anda secara positif meskipun anda gagal.

1. Sampaikan kondisi ataupun kesalahan itu sendiri.

Jika anda telah membuat kesalahan, jangan berharap dan berharap tidak ada yang memperhatikan. Jika anda tetap diam, orang akan bertanya-tanya mengapa anda tidak mengatakan sesuatu, dan mereka cenderung mengaitkan ini dengan kepengecutan atau ketidaktahuan.

2. Berikan penjelasan, tapi jangan membuat alasan

Mengakui kesalahan anda sebenarnya dapat meningkatkan citra anda. Ini menunjukkan kepercayaan, akuntabilitas, dan integritas. Pastikan untuk tetap berpegang pada fakta.

3. Miliki rencana untuk perbaikan.

Mengakui kesalahan adalah satu hal, tetapi anda tidak dapat mengakhirinya di sana. Apa yang anda lakukan selanjutnya sangat penting. Tawarkan solusi serta langkah-langkah spesifik yang akan ataupun telah anda ambil untuk mengembalikan semuanya ke jalur yang benar.

4. Miliki rencana pencegahan

Selain memiliki rencana untuk memperbaiki berbagai hal, anda juga harus memiliki rencana untuk menghindari kesalahan yang sama di masa mendatang. Itulah cara terbaik untuk meyakinkan orang bahwa hal-hal baik akan muncul dari kegagalan anda.

5. Kembali ke Visi anda

Jangan biarkan kegagalan membuat anda penakut. Itu adalah pola pikir yang menurunkan anda dan membuat anda merasa down setiap kali anda melakukan kesalahan. Luangkan waktu yang cukup untuk menyerap pelajaran dari kegagalan anda.

Sikap anda saat menghadapi kegagalan sama pentingnya dengan tindakan yang anda lakukan. Menjadikan kegagalan untuk keuntungan, membutuhkan ketahanan dan kekuatan mental, keduanya merupakan ciri kecerdasan emosional.

6. Pola Pikir

Ini adalah faktor terpenting dalam menangani kegagalan. Orang yang terpilih dalam melakukan rebound setelah kegagalan lebih cenderung menganggap kegagalan pada sesuatu yang mereka lakukan sendiri, tindakan yang salah atau pengawasan tertentu – daripada sesuatu yang mereka lakukan. Orang yang buruk dalam menangani kegagalan cenderung menyalahkan kegagalan karena kemalasan, kurangnya kecerdasan, atau kualitas pribadi lainnya, yang menyiratkan bahwa mereka tidak memiliki kendali atas situasi tersebut. Itu membuat mereka lebih cenderung menghindari pengambilan risiko di masa depan.

7. Optimisme

Ini adalah karakteristik lain dari orang yang bangkit kembali dari kegagalan. Rasa optimisme itulah yang membuat orang tidak merasa gagal adalah kondisi yang permanen. Sebaliknya, mereka cenderung melihat setiap kegagalan sebagai tangga naik menuju kesuksesan mereka karena mendapatkan pembelajaran darinya.

8. Ketekunan

Optimisme adalah perasaan positif dan kegigihan adalah apa yang anda lakukan dengannya. Ini adalah optimisme dalam tindakan. Ketika orang lain berkata, “Cukup sudah cukup” dan memutuskan untuk berhenti dan pulang, orang yang gigih menyingkirkan kegagalan itu dan terus maju. Orang yang gigih itu pilihan karena optimisme mereka tidak pernah mati. Ini membuat mereka hebat dalam bangkit dari kegagalan.

KESIMPULAN

Kegagalan adalah hasil dari pola pikir anda. Disaat sebagaian orang mengangap sebagai satu kekalahan telak, sedang yang lain melihatnya sebagai kemunduran kecil.

Keindahannya adalah saat anda dapat mengubah cara anda melihat satu kegagalan sehingga anda dapat menggunakannya untuk memperbaiki diri sendiri.

Salam Synergypreneur

Artikel ini ditulis oleh Budi Suryanto – Founder & CEO Narana Group.

error: Content is protected !!
WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami siap menjawab segala pertanyaan Anda tentang Vido Garment.
👋 Hai, Saya Ayu. Ada yang bisa dibantu? 😊